Kunci Produktivitas
Salah satu pertanyaan yang cukup sering ditanyakan sama mentee saat mentoring adalah, “Kang, share dong rahasia & kunci produktivitas akang. Saya lihat akang Produktif banget…”.
Hmm.. menarik. Saya pribadi memang cukup ‘workaholic”. Tapi tentu gak segila dulu sebelum sakit. Karena sekarang punya batasan-batasannya.
Kata kunci produktivitas ada pada quote yang sering Saya sampaikan. Apa itu?
“Produktif itu dirasakan di akhir, ditentukan di awal”
Yup. Artinya, sedari awal, kita perlu menyusun agenda dan jadwal dari apa-apa yang mau kita produktifkan. Ini dia challengenya.
Anda perlu pecah menjadi 4 hal:
-
Penting dan Genting
-
Penting, Gak Genting
-
Genting, Gak Penting
-
Gak Penting, Gak Genting
Dan untuk masing-masing agenda tersebut, lakukan hal ini:
Yang penting dan genting, DO (lakukan).
Yang penting gak genting, DELAY (schedulekan).
Yang genting gak penting, DELEGATE (delegasikan).
Yang gak penting dan gak genting, DELETE (hilangkan).
Nah, kuncinya ada pada 4D itu. Ini ilmu Eisenhower Matrix. Di workshop Extreme Leadership Saya bahas secara detail.
Setelah tahu cara treatmentnya, tugas kita selanjutnya adalah menentukan prioritas itu sendiri.
Kalau Saya pribadi, dikategorikan menjadi 4 hal dulu:
-
Me Time
-
Family Time
-
Business Time
-
Sharing Time
Muncul pertanyaan lagi, isinya apa aja?
Me Time isinya olahraga, baca buku, nonton film, belajar hal-hal baru, ikut workshop, dan lain-lain. Termasuk di dalam ya aktivitaa spiritual Saya masukkan dalam Me Time seperti Sholat, Baca Qur’an, Doa, Dzikir, Istighfar, Sholawat, dan lain-lain. Dan khusus untuk aktivitas Spiritual ini tidak masuk dalam Schedule karena harus dilakukan harian.
Family Time isinya main sama anak, bacain cerita sama anak, ngaji bareng, berenang, berkuda, jalan-jalan, jalan berdua bareng pasangan, mudik ke orang tua, nginep bareng, liqo bareng, dan lain-lain. Pokoknya yang berhubungan dengan aktivitas keluarga.
Business Time isinya meeting, mentoring, coaching, briefing, launching, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan aktivitas bisnis di perusahaan.
Sharing Time isinya shooting video, bikin konten, nulis buku, main sosmed, zoom, live, dan sejenisnya. Pokoknya yang berhubungan dengan berbagi illmu, pengalaman, & pengetahuan.
Kalau semuanya udah dipetakan, tinggal masukan tuh ke 4D di atas. Tentu, kita perlu alat bantu, yaitu KALENDER & TIM.
Kalender untuk schedule aktivitas yang kita delay. Team untuk delegasi aktivitas yang kita anggap bisa dikerjakan sama orang lain (tim).
Satu lagi, jangan berlindung dengan nama “healing” untuk aktivitas-aktivitas yang unfaedah. Sebisa mungkin, hapus/hilangkan. Bukan berarti gak boleh, cuma jangan keseringan. Kalau Saya, misalnya: main PS, nonton film/drakor/sinetron, scrolling/stalking, rebahan, dan sejenisnya.
Alhamdulillah, cara seperti ini udah Saya lakukan sejak tahun 2013. Izin Allah, bisa nelurin 24 buku best seller, bikin 60 brands, bina 60.000+ pasukan, buat ribuan konten, dan hal-hal produktif lainnya. Hadzaa min Fadhlii robbii… Bersyukur banget.
Mangga kalau mau dicontek. Semoga cocok.
Oh ya, yang gak enaknya kalau Anda nerapin cara ini, tak jarang Saya dicap “sombong” dan “so sibuk” oleh kawan-kawan dekat yang tiba-tiba ngontak ngajak ketemuan tapi Sayanya gak bisa. Bukan kenapa-kenapa, karena ketika Saya mengiyakan, maka Saya secara otomatis “mendzolimi” jadwal yang lain.
Jadi, kata kunci berikutnya adalah DISIPLIN.
Plus kudu rada rega nolak ajakan yang serba dadakan. Juga kudu gak baperan kalau sama sahabat sendiri dicap begitu. Moga maklum. Hehe…
Boleh dishare dan dipraktekkan. Moga setelah baca dan praktek, Anda makin produktif ya!
Silahkan Menggunakan Calander Untuk Management Waktu!

Belum ada Komentar untuk "Kunci Produktivitas"
Posting Komentar