Muhasabah Diri Jalan Menyucikan Hati
Ada kalanya kita telah menunaikan banyak amalan kebaikan, berupa; sholat tahajud di malam hari, berpuasa di siangnya, banyak bertilawah dan menghafal Quran dan hadits, senantiasa hadir di majelis-majelis ilmu, menjaga sholat sunah rawatib, dan senantiasa berjamaah di masjid, tanpa sadar kita merasakan kebanggaan dalam diri kita. Kita merasa telah menjadi orang yang bertakwa, merasa bahwa diri kitalah yang paling sholih di muka bumi ini atau setidaknya di kampung kita. Bahkan merasa bahwa diri kita akan dimasukkan ke dalam surga di hari akhirat nanti. Tidak, wahai saudaraku. Jikalau kita merasakan yang demikian itu maka justru yang terjadi adalah sebaliknya, karena Alloh subhanahu wa ta’ala telah berfirman dalam kitab-Nya: أَفَأَمِنُواْ مَكْرَ اللّهِ فَلاَ يَأْمَنُ مَكْرَ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ “Maka apakah mereka merasa aman dari azab Alloh? Tiada yang merasa aman dari azab Alloh kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raaf: 99) قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالاً الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعاً “Katakanlah: ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?’ Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al Kahfi: 103-104)

Belum ada Komentar untuk "Muhasabah Diri Jalan Menyucikan Hati"
Posting Komentar